Kasus:
Seorang kawan bertanya: “Apa kiat agar bisa lulus sidang skripsi dengan lancar tanpa terjadi ‘pembantaian’?”
Yang perlu diingat:
Tampaknya tidak ada formula sukses yang dijamin sukses dalam segala kondisi alias faktor ‘nasib’ terjadinya keselarasan antara sang penguji dan yang diuji tetap patut dimasukkan sebagai parameter prasyarat terjadinya kesuksesan.
Bukankah mungkin saja tetap terjadi ‘pembantaian’ sekalipun sudah kita persiapkan sebaik mungkin tapi karena sang penguji sedang suntuk (masalah dengan sang istri di rumah) dan menjadikan sidang tesis sebagai ‘pelampiasan’.
Jadi tetap saja 2 sisi harus diihtiarkan: jasmani dan ruhani alias do your best
kemudian bersyukur/bersabar atas hasil yang dicapai karena akan selalu ada ‘parameter’ yang bukan wewenang kita.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [QS. Al-An'aam:59]