Stress muncul ketika kita harus menghadapi sesuatu dimana ‘tampaknya’ energi/kapabilitas yang kita miliki tak cukup untuk menghadapinya alias kurang PD, misal: saat menghadapi bos, ujian, sidang, bahkan untuk yang belum pernah presentasi apalagi dalam bahasa Inggris, itu pun akan membuat kita stress. Stress tampaknya tak pernah muncul ketika sang Bos menghadapi anak buahnya, dosen mengawasi ujian mahasiswanya, sang presenter kawakan mempresentasikan idenya. Jadi satu peristiwa bisa membuat seseorang stress, sementara itu untuk yang lain biasa-biasa saja tuh. Kenapa itu bisa terjadi? Setidaknya ada 2 penyebabnya, yaitu:
- Kapabilitas yang dimiliki
- Resiko yang siap/akan dihadapi
Jadi tuk hilangkan stress:
- Persiapkan diri agar selalu PD/kapabel ketika menghadapi suatu peristiwa
- Pahami resiko terburuk (the worst case) dan siapkan diri untuk menerimanya
Tahukah anda, selama hidup di dunia ini ‘resiko terberat’ dari setiap peristiwa yang akan kita alami tiada lain kecuali KEMATIAN, dan itu akan menimpa siapapun tanpa kecuali. Jadi kenapa harus stress:
- saat menghadap Bos kalau kita sudah siap dengan bahan yang dibutuhkan Bos, kalaupun Bos tidak puas, resiko paling tinggi tampaknya ‘cuma’ pemecatan (dan itu belum tentu terjadi, apalagi tuk PNS ‘mustahil’ sang Bos bisa memecat anak buahnya), emangnya dunia kiamat kalau kita tidak bekerja di tempat sekarang
- saat harus menghadapi ujian/sidang tugas akhir kalau kita sudah siap tuk menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin muncul, kalaupun sang penguji tidak puas, resiko paling tinggi tampaknya ‘cuma’ DO dari tempat kita sekolah, emangnya dipastikan kita tak kan sukses kalau kita tidak lulus dari sekolah tsb, Andri Wongso yang tidak tamat SD saja secara materi mah sukses sekali tampaknya
- saat harus presentasi (apalagi harus berbahasa Inggris), kalau kita sudah persiapkan diri semaksimal mungkin, resikonya paling diketawain audien padahal berapa banyak presenter yang mati-matian bikin joke agar audien bisa tertawa… he he he…
jadi jalani saja setiap peristiwa yang kan kita hadapi tanpa perlu manteng-manteng amat wong resiko paling berat cuma KEMATIAN, enjoy saja… begitu kata iklan. Yang penting mah usaha, kenali resiko, dan berdo’a…. wong yang menentukan akhir/ending dari setiap peristiwa itu Sang Maha Kuasa, bener nggak?
“Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah lah hati akan tenang”